Pagi itu, suasana di daerah Cibeber, Cilegon, terasa berbeda dari biasanya. Langit tampak sedikit temaram karena tertutup abu vulkanik tipis. Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Demi keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah dari paparan abu vulkanik, pihak sekolah memutuskan agar seluruh siswa belajar dari rumah melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
ANTARA News
Meskipun tidak bisa bertemu langsung di ruang kelas, semangat anak-anak Kelas 5B SDN Cikerut tidak surut sedikit pun. Melalui grup WhatsApp dan aplikasi pertemuan daring, wali kelas mereka, Ibu Marliyah, S.Pd., menyapa seluruh siswa dengan hangat tepat pukul 07.30 WIB. Ibu Marliyah memastikan bahwa pembelajaran tetap berjalan efektif sesuai dengan jadwal pelajaran hari ini.
Pelaksanaan Pembelajaran Sesuai Jadwal
Ibu Marliyah mendampingi siswa kelas 5B melewati tiga mata pelajaran utama:
Matematika
Ibu Marliyah memberikan materi tentang pengolahan data dan skala. Agar pembelajaran terasa nyata dan relevan, beliau mengajak siswa menghitung estimasi jarak aman antara Gunung Anak Krakatau dengan Kota Cilegon pada peta, serta menghitung durasi waktu belajar mandiri di rumah.
Bahasa Indonesia
Siswa diminta membaca teks berita singkat mengenai erupsi gunung berapi, lalu mengidentifikasi gagasan pokok, kata-kata sulit, dan menyusun paragraf deskripsi tentang pengalaman mereka saat melakukan kegiatan PJJ di rumah.
IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
Materi IPAS menjadi sangat menarik karena berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan sekitar. Ibu Marliyah menjelaskan proses terjadinya erupsi gunung api, dampak abu vulkanik bagi kesehatan tubuh dan lingkungan, serta langkah-langkah mitigasi bencana yang harus dilakukan warga Cilegon.
Mengatasi Tantangan Pembelajaran Daring
Belajar secara daring dari rumah tentu memiliki tantangannya tersendiri, seperti sinyal internet yang kadang turun-naik atau rasa bosan karena harus menatap layar HP/laptop. Namun, Ibu Marliyah dan siswa Kelas 5B punya cara cerdas untuk mengatasinya:
Saling Menyemangati: Ibu Marliyah menyelingi sesi belajar dengan ice breaking singkat agar suasana tidak tegang.
Materi Fleksibel: Bagi siswa yang mengalami kendala sinyal, Ibu Marliyah mengirimkan rangkuman materi berupa modul ringkas dan rekaman suara, sehingga tugas tetap bisa dikumpulkan tanpa membebani siswa.
Kerja Sama Orang Tua: Para orang tua murid di Cibeber turut mendampingi anak-anak dalam menyiapkan perangkat dan memastikan protokol kesehatan di rumah tetap terjaga.
Melalui kedisiplinan dan arahan dari Ibu Marliyah, S.Pd., anak-anak Kelas 5B SDN Cikerut membuktikan bahwa peristiwa alam tidak menjadi penghalang untuk terus menuntut ilmu dan berprestasi dari mana saja.



