
Di SDN Cikerut, suasana pagi hari tidak hanya ditandai oleh suara bel masuk sekolah, tetapi juga oleh hadirnya kehangatan dari sang Kepala Sekolah, Bapak Bahrudin. Kepemimpinan beliau di sekolah bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan wujud nyata dari dedikasi, kepedulian, dan kasih sayang layaknya seorang ayah kepada anak-anaknya.
Bapak Bahrudin bukanlah tipe pemimpin yang hanya memantau dari balik meja kerja. Beliau selalu memilih turun langsung ke lapangan dan berada di tengah-tengah riuhnya para siswa. Seperti yang terekam dalam momen penuh makna, beliau tanpa ragu membungkuk untuk merapikan dasi salah satu muridnya. Gestur kecil ini mencerminkan rasa perhatian yang tulus serta kedekatan emosional yang erat antara kepala sekolah dan para murid.
Dengan pandangan mata yang lembut serta senyum tipis yang hangat, Bapak Bahrudin menyapa setiap siswa yang berpapasan dengannya di koridor sekolah. Kalimat-kalimat penyemangat seperti “Ayo semangat belajarnya!” atau “Sudah rapi anak hebat!” sering kali terdengar memecah keheningan pagi. Beliau selalu konsisten memberikan apresiasi, sekecil apa pun usaha yang ditunjukkan oleh para siswa, mulai dari kerapian seragam hingga motivasi untuk terus belajar.
Pendekatan ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Para siswa merasa dekat dan tidak canggung, namun tetap memiliki rasa hormat yang tinggi kepada sosok pemimpin mereka.
Bapak Bahrudin memberikan teladan bahwa pendidikan sejati bukan hanya berfokus pada tuntutan kurikulum semata, melainkan juga tentang pembentukan karakter melalui keteladanan, empati, dan kasih sayang setiap harinya. Beruntunglah SDN Cikerut memiliki sosok pimpinan yang memiliki hati yang peduli dan penuh dedikasi seperti beliau.



