CILEGON – Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, SDN Cikerut melaksanakan observasi kinerja guru pada Rabu (15/4). Fokus utama observasi kali ini tertuju pada kelas 1 di bawah bimbingan Ibu Titin Maulidianingsih, S.Pd, M. Pd yang menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang terintegrasi dengan dimensi Profil lulusan.

Dalam sesi observasi tersebut, Ibu Titin menggunakan metode bermain peran (role play) sebagai instrumen utama. Metode ini dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret bagi siswa kelas 1, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih berada pada tahap operasional konkret.

Melalui bermain peran, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi “mengalami” langsung konsep yang diajarkan. Hal ini selaras dengan prinsip *Deep Learning* yang menekankan pada keterlibatan aktif dan pemahaman bermakna, bukan sekadar transfer informasi satu arah.

Kegiatan ini secara spesifik menyasar pengembangan dimensi Profil Pelajar Pancasila, di antaranya:

  • Mandiri: Siswa didorong untuk berani tampil dan mengambil peran dalam skenario pembelajaran.
  • Gotong Royong: Melalui interaksi dalam bermain peran, siswa belajar bekerja sama dan berkolaborasi dengan teman sebayanya.
  • Kreatif; Siswa diberikan ruang untuk mengekspresikan karakter sesuai dengan imajinasi dan pemahaman mereka terhadap materi.

Kepala SDN Cikerut menyatakan bahwa observasi ini bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bagian dari siklus pengembangan kompetensi guru.

“Observasi ini adalah ruang refleksi. Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di SDN Cikerut mampu mengadaptasi metode pembelajaran yang inovatif seperti Deep Learning agar siswa kita tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sesuai nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Pelaksanaan observasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi guru-guru lain di lingkungan SDN Cikerut untuk terus bereksplorasi dengan strategi pedagogi yang berpusat pada siswa (student-centered learning), demi mewujudkan ekosistem sekolah yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Menurut teori Experiential Learning dari David Kolb, pembelajaran yang efektif terjadi melalui transformasi pengalaman. Metode bermain peran yang diterapkan oleh Ibu Titin memfasilitasi tahap Concrete Experienc  (pengalaman konkret) dan Active

Experimentation (eksperimen aktif), yang merupakan fondasi utama dalam mencapai tingkat Pembelajaran Mendalam.

Dokumen pendukung Lihat