
CILEGON, 30 April 2026 – SDN Cikerut kembali membuktikan dedikasinya sebagai pionir digitalisasi pendidikan di Kota Cilegon. Melalui kolaborasi dengan PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC), SDN Cikerut sukses menyelenggarakan Webinar Seri #4 bertajuk “AI Bukan Masa Depan, Tapi Sekarang!” yang disiarkan langsung secara virtual pada Kamis siang.
Meskipun sempat menghadapi tantangan teknis berupa fluktuasi jaringan, atmosfer diskusi tetap berlangsung dinamis. Hal ini mencerminkan konsep “Digital Resilience” yang dikemukakan oleh pakar pendidikan Mark Belshaw, di mana kemampuan pendidik untuk tetap adaptif di tengah kendala teknologi adalah kunci utama keberhasilan transformasi sekolah.
Kepala SDN Cikerut, Bahrudin, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Cilegon, tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, beliau mendemonstrasikan bagaimana integrasi AI seperti pembuatan materi visual tata surya yang interaktif—telah diimplementasikan secara nyata di SDN Cikerut.
“Kita tidak hanya menggunakan teknologi, kita sedang membangun ekosistem Deep Learning. AI adalah alat untuk mempercepat pemahaman siswa, bukan untuk menggantikan interaksi manusia,” ujar Bahrudin. Pendekatan ini sejalan dengan teori TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dari Mishra & Koehler, yang menekankan bahwa efektivitas pembelajaran digital terletak pada harmoni antara teknologi dan pedagogi.
Ibu Wulan, Ketua PGRI SLCC Kota Cilegon, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran SDN Cikerut sebagai tuan rumah sekaligus praktisi.
“SDN Cikerut telah memberikan standar baru dalam berbagi praktik baik. Walaupun ada sedikit ‘drama’ sinyal, esensi ilmunya tetap tersampaikan dengan sangat keren dan eksklusif. Inilah wajah guru masa kini: adaptif dan pantang menyerah,” tegas Ibu Wulan.
Antusiasme serupa datang dari salah satu peserta, Ibu Yusmawati. Melalui kolom komentar dan sesi diskusi, ia menyatakan kekagumannya terhadap kualitas materi yang disajikan.
“Acaranya tetap keren luar biasa! Walaupun jaringan bermasalah, ilmu yang dibagikan Pak Bahrudin sangat mahal tapi diberikan gratis untuk kami. Ini benar-benar bekal berharga untuk mengajar di kelas,” ungkap Ibu Yusmawati.
Penyelenggaraan webinar ini merujuk pada panduan UNESCO dalam AI and Education: Guidance for Policy-makers, yang mengamanatkan bahwa sekolah harus menjadi garda terdepan dalam mengenalkan kecerdasan buatan secara etis dan produktif. SDN Cikerut kini berdiri tegak sebagai contoh nyata sekolah dasar yang berani melompat jauh ke depan.
Dengan berakhirnya seri webinar ini, SDN Cikerut berkomitmen untuk terus menjadi laboratorium inovasi bagi para guru di Kota Cilegon, demi melahirkan generasi siswa yang produktif dan berdaya saing global.
Materi Unduh




