
Cilegon, 5 Oktober 2026 SD Negeri Cikerut Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak setiap pagi di lingkungan kelas 1 SD Negeri Cikerut. Sebelum memasuki ruang kelas, para siswa dibiasakan untuk saling menyapa, memberi salam, dan berjabat tangan atau mengatupkan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan kepada teman.
Kegiatan pembiasaan ini dipandu oleh Bu Ibti dan Bu Yanti sebagai bagian dari upaya menanamkan karakter positif sejak dini. Melalui kebiasaan sederhana ini, anak-anak diajak untuk semakin akrab, saling mengenal, menghargai, dan menyayangi satu sama lain.
Bagi siswa kelas 1 yang sedang beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun hubungan pertemanan yang positif merupakan hal yang sangat penting. Sapaan sederhana seperti *โAssalamuโalaikum,โ โSelamat pagi,โ* dan senyuman tulus dapat menciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan, serta menumbuhkan rasa diterima di lingkungan sekolah.
๐ Membiasakan Kebaikan sebagai Kampanye Antibullying
Pembiasaan menyapa dan memberi salam bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan juga salah satu bentuk kampanye antibullying di lingkungan sekolah. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya memperlakukan teman dengan baik, tidak mengejek, tidak mengucilkan, tidak menyakiti, serta selalu berusaha menjaga perasaan orang lain.
Bu Ibti dan Bu Yanti membimbing anak-anak untuk memahami bahwa setiap teman adalah sahabat yang harus dihargai. Perbedaan sifat, kemampuan, dan kebiasaan bukanlah alasan untuk saling merendahkan, tetapi kesempatan untuk belajar menerima dan menyayangi sesama.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap anak berhak merasa aman, nyaman, dihargai, dan bahagia ketika berada di sekolah.
ย ๐ป Menanamkan Karakter Baik Sejak Dini
Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh nyata dan kebiasaan sehari-hari. Ketika anak-anak terbiasa menyapa dengan ramah, memberikan salam, tersenyum, dan menghormati teman, mereka sedang belajar membangun sikap santun, empati, kepedulian, dan persaudaraan.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk mempersiapkan anak mengikuti pembelajaran dengan hati yang gembira dan pikiran yang lebih siap. Hubungan pertemanan yang hangat diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.
๐ค Bersama Mewujudkan Sekolah Ramah Anak
Melalui pendampingan Bu Ibti dan Bu Yanti, SD Negeri Cikerut terus berupaya menumbuhkan budaya positif yang dimulai dari hal-hal sederhana. Harapannya, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan masyarakat.Sebab, sekolah yang ramah berawal dari sapaan yang tulus, persahabatan tumbuh dari sikap saling menghargai, dan lingkungan bebas bullying dimulai dari kepedulian setiap anak.
Mari bersama-sama membimbing anak-anak menjadi generasi yang santun dalam perkataan, baik dalam perbuatan, serta saling menyayangi dalam persahabatan.
SD Negeri Cikerut โ Senyum, Salam, Sapa, Saling Menghargai, dan Saling Menyayangi. Bersama Wujudkan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying



